(021) 3450038
Berita dan Informasi
Home / Berita & Informasi / Pemekaran Papua untuk Kepentingan Elite
02
Desember
2019
Pemekaran Papua untuk Kepentingan Elite

ANGGOTA Komisi II DPR Yan Permenas Mandenas menyebut ide pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua datang dari kepentingan para elite politik. Elite ini, ungkapnya, ialah mereka yang menginginkan kekuasaan. “Ini jelas sekali karena sampai hari ini, soal pemekaran masih ada pro dan kontra di kalangan masyarakat,” kata Mandenas di Jayapura, kemarin.

Mandenas mengatakan pembentukan DOB harus dilihat substansinya apakah untuk menyejahterakan orang Papua atau tidak. Ia menilai masyarakat Papua tak membutuhkan pemekaran atau otonomi khusus. “Kalau hanya satu atau dua provinsi dan diberikan dana yang cukup serta pemimpin yang mumpuni, saya yakin Papua akan berkembang dan bisa bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Menurut Mandenas, yang terjadi di Papua selama ini ialah krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan dari masyarakat terhadap pimpinannya. Pemekaran dinilai tidak bisa dijadikan sebagai resolusi konflik yang selama ini kerap terjadi. “Pemekaran harus murni yang dikaji berdasarkan kebutuhan orang Papua,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat atau elite politik tidak bisa begitu saja datang ke pemerintah pusat dan meminta pemekaran. “Pemekaran harus dikaji secara bertahap sehingga tidak menyalahi aturan dan jangan sampai menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Demas Tokoro mengungkapkan MRP belum menyetujui usul pemerintah untuk pemekaran wilayah di provinsi itu. Menurut Demas, usul yang berawal dari keinginan elite Papua itu tidak mewakili aspirasi masyarakat lokal. “Kalau anggapan saya belum ada karena yang pernah disampaikan di sini 61 (elite) itu tidak mewakili,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden.

Ia menyebutkan, seharusnya pemerintah pusat mematuhi UU Otsus ketika akan memekarkan Papua. Baginya, pemerintah harusnya lebih fokus dalam mengurus persoalan kerakyatan dan sumber daya manusia Papua ketimbang pemekaran wilayah. “Seharusnya DPRP, gubernur, dan MRP juga didengar aspirasinya,” tegasnya. (Medcom/P-4)

Sumber : mediaindonesia.com, 2 Desember 2019

Artikel Lainnya
12 Desember 2019
MK Tolak Turunkan Usia Pencalonan Kepala Daerah
11 Desember 2019
Luwu Utara Terbaik Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik
07 Desember 2019
Dirjen Otda pada Perayaan Natal Ikatan ASN Papua-Papua Barat
04 Desember 2019
Mendagri: Working smart not working hard
03 Desember 2019
Sistem Kerja Baru ASN Disiapkan, Lebih Fleksibel dan Ada Tambahan Libur