(021) 3450038
Berita dan Informasi
Home / Berita & Informasi / ASN Diimbau Agar Hati-hati Beraktivitas di Media Sosial
17
Oktober
2019
ASN Diimbau Agar Hati-hati Beraktivitas di Media Sosial

MAKASSAR – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani mengimbau kepada aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel agar lebih bijak dalam beraktivitas di media sosial (medsos).

Imbauan ini menyusul adanya penegasan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin. Dimana para ASN diingatkan selalu berhati-hati dalam menuliskan postingan di media sosial.

Dikatakan Hayat, para ASN yang sengaja menyebar ujaran kebencian ke pemerintah akan dikenai sanksi. Dimana sanksi tersebut mulai dari teguran hingga pemecatan. Makanya, dia meminta ASN tidak serampangan dalam beraktivitas di medsos.

Lanjut Hayat, sudah ada regulasi sebelumnya yang mengikat ASN terkait kode etik prilakunya. “Sudah disampaikan, jelas sudah tegas aturan main di PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Intinya jelas, disaring baru sharing,” ujar Hayat.

Dia meminta, para ASN tidak gampang terhasut dengan banyaknya kabar berupa ujaran kebencian. “Jangan percaya berita menghasut. Lebih baik diam, sanksi jelas jika membuat tidak senang orang lain. ASN ada aturan, ada sanksi ringan sampai berat jika melanggar,” ujarnya.

Meski belum ada ASN yang melanggar peraturan tersebut, diakui Hayat, sebelumnya ada oknum ASN yang pernah dijatuhi sanksi ketika masa pemilihan kepala daerah (pilkada) karena terbukti tidak netral.

“Kalau kaitan dengan Pilkada dan Pilpres sudah (ada sanksi),” papar Hayat.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Harun Arsyad mengemukakan, pada prinsipnya ASN itu diikat oleh nilai-nilai dasar dan kode etik terkait perilaku, baik itu berucap, bertindak, maupun menulis.

“Jadi adanya imbauan menpan ini pada prinsipnya adalah penekanan peraturan disiplin yang sudah ada. Jadi pada prinsipnya mengimbau kepada ASN berpegang pada peraturan disiplin ASN. Dan tetap menjaga harkat martabat dan menjaga kode etik ASN,” tegas Harun.

Diapun mewanti-wanti, akan ada sanksi jika dikemudian hari ada ASN yang terbukti melanggar, dari hukuman ringan, sedang, hingga berat.

“Kalau ada pelanggaran, nanti diproses. Mulai dari pemanggilan pemeriksaan, kemudian pembuatan berita acara. Kalau terbukti bersalah kita jatuhi, hukuman disiplin,” imbuhnya.

Harun pun meminta kepada ASN lebih bijak dan berhati-hati dalam menuangkan ide dan gagasan dan komentar di medsos. Jangan sampai aktivitasnya di medsos melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, kritik tak dilarang, namun gagasan harus disampaikan sesuai pada tempatnya. “Dari awal memang sudah diatur bahwa disiplin ASN itu mencakup perbuatan, tulisan maupun ucapan. Kalau misalnya membuat tulisan-tulisan itu adalah ungkapan rasa pikirannya yang bisa mengganggu stabilitas nasional keamanan, itu bisa kategori pelanggaran disiplin,” jelas Harun.(agn)

Sumber : sindonews.com, 17 Oktober 2019

Artikel Lainnya
21 November 2019
Daerah belum Ramah Investasi
20 November 2019
Kemendagri-Kemenkes Beri Penghargaan 177 Kabupaten dan Kota Sehat
20 November 2019
Pilkada Langsung versus Pilkada Langsing
19 November 2019
Penyelesaian Permasalahan Aset Daerah Pasca Pemekaran dan Kebijakan Dana Otonomi Khusus Pasca 2021
19 November 2019
Hindari Pecah Kongsi, Kepala Daerah dan Wakil Harus Satu Partai