DITJEN OTONOMI DAERAH

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Pemilihan Kepala Daerah

Pilkada

Pembagian Urusan

    

Pembagian Urusan
  1. Penerbitan SK Pemberhentian dan Pengangkatan KDH/WKDH

  2. Penerbitan SK Peresmian Pergantian PAW Anggota DPRD Provinsi

 

TIDAK DIPUNGUT BIAYA
    • Tips Sebelum Libur Panjang

      2016-06-30 05:31:12

      Beberapa hari lagi, kita akan menghadapi libur panjang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri (1437 H) belum lagi beberapa pegawai menambah libur dengan cuti, berikut beberapa tips menghadapi libur panjang: Buat daftar pekerjaan prioritas yang belum selesai dan dirasa perlu untuk diselesaikan sebelum libur panjang. Bila akan melakukan cuti tambahan...

      Read More

    • Perda Bermasalah Dicabut, Ekonomi Daerah Makin Kuat

      2016-06-24 02:15:53

      Perda Bermasalah Dicabut, Ekonomi Daerah Makin KuatMenteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menjabarkan bagaimana dampak dihapuskannya ribuan peraturan daerah (perda), khususnya bagi perekonomian nasional.  Menurutnya, ada poin-poin penting yang menjadi ciri khas mengapa regulasi ini dicabut. Poin tersebut yakni meliputi perijinan dan retribusi yang menghambat berkembangnya dunia usaha di tanah air....

      Read More

    • Kemendagri Rilis 3.143 Perda yang Dibatalkan

      2016-06-23 04:10:20

      JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri telah mengumumkan 3.143 peraturan daerah yang dibatalkan. ”Daftar perda telah dimuat di situs www. kemendagri.go.id sejak hari ini (kemarin),” kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, kemarin. Perda yang dibatalkan itu antara lain meliputi perda...

      Read More

    • Kemendagri : Tidak Ada Perda Syariat atau Intoleren di Indonesia

      2016-06-21 10:25:38

      Kemendagri : Tidak Ada Perda Syariat atau Intoleren di Indonesia  Jakarta - Menyusul pembatalan 3.143 peraturan daerah (perda) yang dibatalkan pemerintah, muncul anggapan ada perda syariah atau perda bernuansa Islam atau perda intoleran yang ikut dibatalkan. Kemendagri membantah adanya pembatalan yang disebut perda syariat bahkan disebut perda intoleran itu.Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono bahkan menyebut...

      Read More

    • Unggah 3.143 Perda, Mendagri Berterimakasih ke Semua Pihak

      2016-06-21 10:04:54

      JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengunggah 3.143 peraturan daerah (Perda), termasuk di dalamnya peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) ke laman resmi www.kemendagri.go.id. Hal tersebut merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyampaikan terimakasih atas dukungan serta apresiasi...

      Read More

    < 1 2 3 4 5 >

Rumah Tempe Indonesia

Pendirian rumah tempe pada tanggal 6 juni 2012 ini, menurut endang, dibantu mercy corps, satu lembaga swadaya masyarakat uni eropa. Setelah tempe berproduklsi, mercy corps mengajak peminat tempe dari banyak negara di eropa datang dan belajar membuat tempe lewat situs web https://sites.google.com/a/id.mercycorps.org/scope-indonesia, mercy corps memperkenalkan rumah tempe kepada dunia. Maka berdatanganlah orang-orang asal negara-negara timur tengah, Thailand, Malaysia, Singapura, dan China ke Indonesia.

Mereka belajar membuat tempe di rumah tempe. Berbekal keterampilan dari rumah tempe itulah sebagian dari mereka kini membuka restoran tempe di negara masing-masing.

Usaha mereka cepat maju karena harga kedelai di negara mereka stabil. Bahkan, karena aktivitas produksi tempe dan tahu di china berkembang, negeri ini tak lagi menjadi pengespor kedelai. “posisi china bahkan seperti halnya kita sekarang ini. Mereka juga mengimpor kedelai dari AS dengan jumlah lebih besar,”ujar endang saat ditemui di rumah tempe Indonesia, sabtu sore lalu.

Sebagai perajin, endang menduga tak terkendalinya harga kedelai impor karena adanya permainan kartel para importir kedelai di Indonesia.”mudah-mudahan tidak ada istilah tempe bangkok seperti halnya durian bangkok. Sama-sama asli Indonesia, tetapi bangkok punya nama,”sindir endang.

Menengah atas

Endang menjelaskan, rumah tempe indonesia didirikan dengan modal Rp. 500 juta. Diharapkan dalam waktu empat tahun mendatang modal itu sudah dapat kembali.”untuk pasar reguler, setiap hari kami menghabiskan satu kuintal kedelai, sedangkan untuk  pasar khusus, kami menghabiskan rata-rata 2,5 kuintal kedelai,”ucap endang.

Pasar reguler rumah tempe indonesia adalah pasar kelas menengah ke atas, sedangkan pasar khusus kedelai sampai sekarang baru melayani satu perusahaan farmais yang memproduksi bubur tempe.

Harga tempe dari rumah tempe Indonesia memang lebih mahal karena biaya produksi dan bahannya lebih mahal. Selisih harga untuk setiap ukuran rata-rata Rp. 3.000 per potong. Tempe ukuran 12 x 20 sentimeter seberat 450 gram dibandrol Rp. 7.000. tempe ukuran 18 x 20 seberat 300 gram dihargai Rp. 5.000.

“Ragi yang kami gunakan  ragi murni. Semua peralatan yang kami gunakan terbuat dari stainless steel dengan standar food grade dengan proses pengerjaan dijamin kebersihannya. Oleh karena itu, batas kaduluwarsa tempe produksi kami bisa sampai lima hari di kulkas,”tutur endang.

Bahan impor

Untuk pasar reguler, rumah tempe indonesia, seperti halnya para perajin tempe di tanah air, masih menggunakan kedelai  hasil rekayasa genetik dari amerika serikat.”kami hanya membeli kedelai nonrekayasa genetik untuk pasar khusus kami yang dibeli satu perusahaan farmasi untuk makanan bayi berupa bubur tempe,” ungkap endang.

Tempe memang sangat baik untuk melindungi pencernaan bayi. Proteinnya sudah terurai menjadi asam amino, kata endang, sehingga lebih mudah dicerna tubuh. Tempe memiliki kandungan vitamin B1, B2, B3, asam pantonenat, B6, biotin, asam folat, B12, dan vitamin A yang bermanfaat untuk tubuh. Selama proses fermentasi akan dihasilkan beberapa senyawa bioaktif sebagai zat antioksidan, antikanker.

Endang mengakui pasar reguler tempe dari rumah tempe indonesia masih sebatas pasar kelas menengah atas.”bukan karena harganya lebih mahal, melainkan karna penghargaan atas kualitas produk baru sebatas kelas menengah ke atas,” ucapnya.

Selain diedarkan di sejumlah perumahan elite di bogor, tempe produksi rumah tempe Indonesia dikonsumsi oleh kalangan vegetarian dan disajikan restoran-restoran kelas atas.

“kami juga menerima pesanan dari luar kota, tetapi tempe hanya kami antar sampai stasiun Bogor. Selanjutnya, pemesan yang mengambil di sana,”kata endang.

Sabtu sore itu, suyanto (38), kepala produksi tempe di rumah tempe Indonesia, masih bekerja membuat tempe bersama empat pria lainnya. Kedelai dicuci di dandang besar. Dari sana, kedelai dipindahkan ke dandang besar lainnya untuk direbus.

Setelah direbus, kedelai seberat 70 kilo gram itu dihamparkan dan diangin-angin dengan kipas angin. Setelah dingin, kedelai ditembang, diberi ragi, dan dimasukkan kedalam plastik, lalu diletakkan di rak-rak selama 4 hari, menunggu menjadi tempe.

Dengan bangga suyanto mengatakan,”sampai sekarang tempe dari rumah tempe indonesia adalah tempe terbaik di dunia.” Endang pun menyela, “Mudah-mudahan Indonesia tidak menjadi negara pengimpor tempe setelah menjadi pengimpor kedelai.”

Edisi 1

Newsletter Otonomi Daerah Tahun 2016

Read more

Edisi 2

Newsletter Otonomi Daerah Tahun 2016

Read more

Edisi 3

Newsletter Otonomi Daerah Tahun 2016

Read more

WebHostingLab.org

Info Penting dan Pegawai

Rakornas Pilkada Serentak

Pilkada Banten 9 Desember 2015

Visitors Counter

5.png3.png2.png7.png6.png9.png
Today505
Yesterday1004
This week3520
This month27317
Total532769

Who Is Online

11
Online

Thursday, 30 June 2016 08:30
Powered by CoalaWeb