DITJEN OTONOMI DAERAH

  • Plt. Dirjen Otda pada rapat konsolidasi tim penyusun pengaturan UU No. 23 Tahun 2014 & UU No. 2 Tahun 2015, 5 Maret 2015

  • Plt. Dirjen Otda pada Kunjungan US Profesional Fellows Program Visit To Indonesia, 3 Maret 2015

  • Kunjungan Delegasi Pejabat Pemerintah Iraq ke Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, 2 Maret 2015

  • Mendagri bersama DPR RI pada sidang Paripurna pengesahan RUU Penetapan Perppu 1 Thn2014 dan RUU Penetapan Perppu 2 Thn 2014 menjadi Undang-Undang, 20 Januari 2015

  • Mendagri pada rapat kerja bersama Komisi II DPR-RI, 15 s.d 16 Januari 2015

Design by Za Studio

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Pemilihan Kepala Daerah

Pilkada

Pembagian Urusan

    

Pembagian Urusan
  1. Penerbitan SK Pemberhentian dan Pengangkatan KDH/WKDH

  2. Penerbitan SK Peresmian Pergantian PAW Anggota DPRD Provinsi

 

TIDAK DIPUNGUT BIAYA
    • Kementerian Siapkan Payung Hukum Anggaran Pilkada

      2015-03-05 06:57:28

      Kementerian Siapkan Payung Hukum Anggaran PilkadaBANDUNG - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memastikan daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak pada tidak akan terkena kendala anggaran Kementerian telah menyiapkan payung hukum yang membolehkan pemerintah daerah menggunakan anggaran dari pos lain untuk membiayai penyelenggaraan pilkada serentak Payung hukum itu sebagai...

      Read More

    • DPR Optimistis Politik Uang Pilkada Bisa Dicegah

      2015-03-03 03:18:19

      WAKIL Ketua Komisi II DPR Lukman Edy yakin politik uang dalam pelaksanan pilkada langsung secara serentak dapat dicegah dengan sistem diskualifiaksi bagi calon dan parpol yang terbukti melakukan politik uang. "Revisi UU Pilkada memiliki perubahan dibandingkan yang lama, ada substansi yang menyebabkan calon itu kena diskualifiklasi ketika...

      Read More

    • Hindari Konflik, JK Ingatkan Soal Kemajuan Dan Keadilan

      2015-03-03 02:27:47

      Buka Rakernas APPSI, JK Terkenag Masa Lalu Di Ambon Untuk menghindari terjadinya konflik di suatu daerah, wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK), mengingatkan seluruh pimpinan di daerah, yakni gubernur. walikota dan bupati untuk mengingat dua hal yakni terkait kemajuan dan keadilan. Jika kedua hal ini bisa diperhatikan maka jika kedua...

      Read More

    • KPU Segera Bahas Jadwal dan Tahapan

      2015-02-27 07:32:50

      JAKARTA, KOMPAS- Komisi Pemilihan Umum terus merampungkan 10 peraturan KPU terkait pemilihan kepala daerah serentak, di antaranya berisi tahapan  dan jadwal pelaksanaan pilkada. Menurut rencana, awal April, peraturan KPU itu dibawa ke Komisi II DPR guna dibahas. Hal itu dikatakan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Jakarta, Kamis (26/2). Hadar...

      Read More

    • Kepala Daerah agar Berani Memutuskan

      2015-02-27 06:53:59

      RAKERNAS APPSI AMBON, KOMPAS- Demi kepastian pelaksanaan program pusat di daerah mulai dari pembangunan infrastruktur, stabilitas produktivitas pertanian, hingga peningkatan investasi, para kepala daerah diharapkan tak ragu mengambil keputusan jika terkait aspek anggaran ataupun hukum dalam setiap kebijakannya. Hal tersebut disebutkan Wakil...

      Read More

    < 1 2 3 4 5 >

Rumah Tempe Indonesia

Pendirian rumah tempe pada tanggal 6 juni 2012 ini, menurut endang, dibantu mercy corps, satu lembaga swadaya masyarakat uni eropa. Setelah tempe berproduklsi, mercy corps mengajak peminat tempe dari banyak negara di eropa datang dan belajar membuat tempe lewat situs web https://sites.google.com/a/id.mercycorps.org/scope-indonesia, mercy corps memperkenalkan rumah tempe kepada dunia. Maka berdatanganlah orang-orang asal negara-negara timur tengah, Thailand, Malaysia, Singapura, dan China ke Indonesia.

Mereka belajar membuat tempe di rumah tempe. Berbekal keterampilan dari rumah tempe itulah sebagian dari mereka kini membuka restoran tempe di negara masing-masing.

Usaha mereka cepat maju karena harga kedelai di negara mereka stabil. Bahkan, karena aktivitas produksi tempe dan tahu di china berkembang, negeri ini tak lagi menjadi pengespor kedelai. “posisi china bahkan seperti halnya kita sekarang ini. Mereka juga mengimpor kedelai dari AS dengan jumlah lebih besar,”ujar endang saat ditemui di rumah tempe Indonesia, sabtu sore lalu.

Sebagai perajin, endang menduga tak terkendalinya harga kedelai impor karena adanya permainan kartel para importir kedelai di Indonesia.”mudah-mudahan tidak ada istilah tempe bangkok seperti halnya durian bangkok. Sama-sama asli Indonesia, tetapi bangkok punya nama,”sindir endang.

Menengah atas

Endang menjelaskan, rumah tempe indonesia didirikan dengan modal Rp. 500 juta. Diharapkan dalam waktu empat tahun mendatang modal itu sudah dapat kembali.”untuk pasar reguler, setiap hari kami menghabiskan satu kuintal kedelai, sedangkan untuk  pasar khusus, kami menghabiskan rata-rata 2,5 kuintal kedelai,”ucap endang.

Pasar reguler rumah tempe indonesia adalah pasar kelas menengah ke atas, sedangkan pasar khusus kedelai sampai sekarang baru melayani satu perusahaan farmais yang memproduksi bubur tempe.

Harga tempe dari rumah tempe Indonesia memang lebih mahal karena biaya produksi dan bahannya lebih mahal. Selisih harga untuk setiap ukuran rata-rata Rp. 3.000 per potong. Tempe ukuran 12 x 20 sentimeter seberat 450 gram dibandrol Rp. 7.000. tempe ukuran 18 x 20 seberat 300 gram dihargai Rp. 5.000.

“Ragi yang kami gunakan  ragi murni. Semua peralatan yang kami gunakan terbuat dari stainless steel dengan standar food grade dengan proses pengerjaan dijamin kebersihannya. Oleh karena itu, batas kaduluwarsa tempe produksi kami bisa sampai lima hari di kulkas,”tutur endang.

Bahan impor

Untuk pasar reguler, rumah tempe indonesia, seperti halnya para perajin tempe di tanah air, masih menggunakan kedelai  hasil rekayasa genetik dari amerika serikat.”kami hanya membeli kedelai nonrekayasa genetik untuk pasar khusus kami yang dibeli satu perusahaan farmasi untuk makanan bayi berupa bubur tempe,” ungkap endang.

Tempe memang sangat baik untuk melindungi pencernaan bayi. Proteinnya sudah terurai menjadi asam amino, kata endang, sehingga lebih mudah dicerna tubuh. Tempe memiliki kandungan vitamin B1, B2, B3, asam pantonenat, B6, biotin, asam folat, B12, dan vitamin A yang bermanfaat untuk tubuh. Selama proses fermentasi akan dihasilkan beberapa senyawa bioaktif sebagai zat antioksidan, antikanker.

Endang mengakui pasar reguler tempe dari rumah tempe indonesia masih sebatas pasar kelas menengah atas.”bukan karena harganya lebih mahal, melainkan karna penghargaan atas kualitas produk baru sebatas kelas menengah ke atas,” ucapnya.

Selain diedarkan di sejumlah perumahan elite di bogor, tempe produksi rumah tempe Indonesia dikonsumsi oleh kalangan vegetarian dan disajikan restoran-restoran kelas atas.

“kami juga menerima pesanan dari luar kota, tetapi tempe hanya kami antar sampai stasiun Bogor. Selanjutnya, pemesan yang mengambil di sana,”kata endang.

Sabtu sore itu, suyanto (38), kepala produksi tempe di rumah tempe Indonesia, masih bekerja membuat tempe bersama empat pria lainnya. Kedelai dicuci di dandang besar. Dari sana, kedelai dipindahkan ke dandang besar lainnya untuk direbus.

Setelah direbus, kedelai seberat 70 kilo gram itu dihamparkan dan diangin-angin dengan kipas angin. Setelah dingin, kedelai ditembang, diberi ragi, dan dimasukkan kedalam plastik, lalu diletakkan di rak-rak selama 4 hari, menunggu menjadi tempe.

Dengan bangga suyanto mengatakan,”sampai sekarang tempe dari rumah tempe indonesia adalah tempe terbaik di dunia.” Endang pun menyela, “Mudah-mudahan Indonesia tidak menjadi negara pengimpor tempe setelah menjadi pengimpor kedelai.”

Info Penting dan Pegawai

SPM dan NSPK

Visitors Counter

0.png8.png4.png0.png6.png6.png
Today676
Yesterday3758
This week6842
This month7925
Total84066

Who Is Online

9
Online

Thursday, 05 March 2015 11:47
Powered by CoalaWeb

Visualisasi Otda

"Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Pilihan Terbaik"

"Melaju Bersama Otonomi"

"Hari Otonomi Daerah Ke XVII"