DITJEN OTONOMI DAERAH

  • Dirjen Otda melakukan dialog dan silahturahmi dengan pegawai Ditjen Otonomi Daerah, 3 Juli 2015

  • Mendagri melantik Bapak S. Sumarsono sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah, 1 Juli 2015

  • Plt. Dirjen Otda pada acara Bintek Peningkatan Kapasitas Tim Tenkis Daerah EKPPD dalam rangka Pengukuran Kinerja, 25 Juni 2015

  • Mendagri pada Raker bersama komisi II DPRD-RI, 23 Juni 2015

  • Rapat Pilkada bersama para asisten provinsi yang melaksanakan Pilkada, 16 Juni 2015

Design by Za Studio

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Pemilihan Kepala Daerah

Pilkada

Pembagian Urusan

    

Pembagian Urusan
  1. Penerbitan SK Pemberhentian dan Pengangkatan KDH/WKDH

  2. Penerbitan SK Peresmian Pergantian PAW Anggota DPRD Provinsi

 

TIDAK DIPUNGUT BIAYA
    • Soal DOB, Kemdagri Pertimbangkan Usulan DPR

      2015-07-03 09:51:47

      [JAKARTA] Pemekaran wilayah harus disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Desain Besar Penataan Daerah (Disertada). Hal itu sesuai dengan Undang-Undang (UU) No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda). Disertada merupakan strategi penataaan daerah. Karenanya, pemerintah tidak serta merta akan menyetujui 87 calon daerah otonom baru (DOB) yang...

      Read More

    • Emmanuelle Suharjendro: "Jangan Sampai Kita Belajar Bahasa Jawa ke Luar Negeri"

      2015-07-03 01:52:14

      Penggunaan bahasa Jawa dalam keseharian maupun di bidang pendidikan semakin berkurang. Mahasiswa yang mendaftarkan diri mengambil jurusan sastra atau bahasa Jawa menurun. Di tengah "krisis" inilah, apa yang dilakukan Emmanuelle Suharjendro (76) menjadi penting. Apalagi, bahasa adalah kunci. Menguasai bahasa berarti mampu mempelajari pengetahuan...

      Read More

    • Memberdayakan Warga

      2015-07-02 07:14:17

      Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan, hingga 1,5 tahun yang lalu potensi pantai yang begitu besar di Pariaman belum digarap sama sekali. Ia menyadari itu ketika suatu sore berjalan-jalan ke tepi pantai dan menikmati keindahannya. "Kemudian saya pikir, ini adalah masa depan Pariaman. Saya ingin keindahan ini dapat dinikmati setiap...

      Read More

    • Pilkada dan Netralitas ASN

      2015-07-01 08:19:10

      Pesta demokrasi di tingkat lokal atau pemilihan kepala daerah (pilkada) akan digelar secara serentak dalam waktu dekat. Semua pihak berharap pilkada tahun 2015 ini berlangsung secara jujur, adil, bersih, dan demokratis. Sangat disayangkan jika kecurangan dan ketidaknetralan stakeholders mewarnai proses pilkada. Itu artinya, proses demokratisasi...

      Read More

    • Sengketa Pilkada Tidak Perlu Diperpanjang

      2015-07-01 06:55:16

      JAKARTA-DPR tidak perlu merevisi aturan batas waktu penanganan sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mahkamah Konstitusi. Waktu 45 hari penyelesaian sengketa sudah dianggap cukup panjang. Pengamat hukum tata negara dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), M Imam Nasef mengatakan, MK belum pernah gagal menyelesaikan...

      Read More

    < 1 2 3 4 5 >

Rumah Tempe Indonesia

Pendirian rumah tempe pada tanggal 6 juni 2012 ini, menurut endang, dibantu mercy corps, satu lembaga swadaya masyarakat uni eropa. Setelah tempe berproduklsi, mercy corps mengajak peminat tempe dari banyak negara di eropa datang dan belajar membuat tempe lewat situs web https://sites.google.com/a/id.mercycorps.org/scope-indonesia, mercy corps memperkenalkan rumah tempe kepada dunia. Maka berdatanganlah orang-orang asal negara-negara timur tengah, Thailand, Malaysia, Singapura, dan China ke Indonesia.

Mereka belajar membuat tempe di rumah tempe. Berbekal keterampilan dari rumah tempe itulah sebagian dari mereka kini membuka restoran tempe di negara masing-masing.

Usaha mereka cepat maju karena harga kedelai di negara mereka stabil. Bahkan, karena aktivitas produksi tempe dan tahu di china berkembang, negeri ini tak lagi menjadi pengespor kedelai. “posisi china bahkan seperti halnya kita sekarang ini. Mereka juga mengimpor kedelai dari AS dengan jumlah lebih besar,”ujar endang saat ditemui di rumah tempe Indonesia, sabtu sore lalu.

Sebagai perajin, endang menduga tak terkendalinya harga kedelai impor karena adanya permainan kartel para importir kedelai di Indonesia.”mudah-mudahan tidak ada istilah tempe bangkok seperti halnya durian bangkok. Sama-sama asli Indonesia, tetapi bangkok punya nama,”sindir endang.

Menengah atas

Endang menjelaskan, rumah tempe indonesia didirikan dengan modal Rp. 500 juta. Diharapkan dalam waktu empat tahun mendatang modal itu sudah dapat kembali.”untuk pasar reguler, setiap hari kami menghabiskan satu kuintal kedelai, sedangkan untuk  pasar khusus, kami menghabiskan rata-rata 2,5 kuintal kedelai,”ucap endang.

Pasar reguler rumah tempe indonesia adalah pasar kelas menengah ke atas, sedangkan pasar khusus kedelai sampai sekarang baru melayani satu perusahaan farmais yang memproduksi bubur tempe.

Harga tempe dari rumah tempe Indonesia memang lebih mahal karena biaya produksi dan bahannya lebih mahal. Selisih harga untuk setiap ukuran rata-rata Rp. 3.000 per potong. Tempe ukuran 12 x 20 sentimeter seberat 450 gram dibandrol Rp. 7.000. tempe ukuran 18 x 20 seberat 300 gram dihargai Rp. 5.000.

“Ragi yang kami gunakan  ragi murni. Semua peralatan yang kami gunakan terbuat dari stainless steel dengan standar food grade dengan proses pengerjaan dijamin kebersihannya. Oleh karena itu, batas kaduluwarsa tempe produksi kami bisa sampai lima hari di kulkas,”tutur endang.

Bahan impor

Untuk pasar reguler, rumah tempe indonesia, seperti halnya para perajin tempe di tanah air, masih menggunakan kedelai  hasil rekayasa genetik dari amerika serikat.”kami hanya membeli kedelai nonrekayasa genetik untuk pasar khusus kami yang dibeli satu perusahaan farmasi untuk makanan bayi berupa bubur tempe,” ungkap endang.

Tempe memang sangat baik untuk melindungi pencernaan bayi. Proteinnya sudah terurai menjadi asam amino, kata endang, sehingga lebih mudah dicerna tubuh. Tempe memiliki kandungan vitamin B1, B2, B3, asam pantonenat, B6, biotin, asam folat, B12, dan vitamin A yang bermanfaat untuk tubuh. Selama proses fermentasi akan dihasilkan beberapa senyawa bioaktif sebagai zat antioksidan, antikanker.

Endang mengakui pasar reguler tempe dari rumah tempe indonesia masih sebatas pasar kelas menengah atas.”bukan karena harganya lebih mahal, melainkan karna penghargaan atas kualitas produk baru sebatas kelas menengah ke atas,” ucapnya.

Selain diedarkan di sejumlah perumahan elite di bogor, tempe produksi rumah tempe Indonesia dikonsumsi oleh kalangan vegetarian dan disajikan restoran-restoran kelas atas.

“kami juga menerima pesanan dari luar kota, tetapi tempe hanya kami antar sampai stasiun Bogor. Selanjutnya, pemesan yang mengambil di sana,”kata endang.

Sabtu sore itu, suyanto (38), kepala produksi tempe di rumah tempe Indonesia, masih bekerja membuat tempe bersama empat pria lainnya. Kedelai dicuci di dandang besar. Dari sana, kedelai dipindahkan ke dandang besar lainnya untuk direbus.

Setelah direbus, kedelai seberat 70 kilo gram itu dihamparkan dan diangin-angin dengan kipas angin. Setelah dingin, kedelai ditembang, diberi ragi, dan dimasukkan kedalam plastik, lalu diletakkan di rak-rak selama 4 hari, menunggu menjadi tempe.

Dengan bangga suyanto mengatakan,”sampai sekarang tempe dari rumah tempe indonesia adalah tempe terbaik di dunia.” Endang pun menyela, “Mudah-mudahan Indonesia tidak menjadi negara pengimpor tempe setelah menjadi pengimpor kedelai.”

Info Penting dan Pegawai