DITJEN OTONOMI DAERAH

  • Penyerahan Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK2) Pilkada Serentak Tahun 2015, 17 Maret 2015

  • Rapat DPR-RI Bersama Mendagri, KPU dan Bawaslu, 16 Maret 2015

  • Plt. Dirjen Otda sebagai Narasumber pada Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2015, 11 Maret 2015

  • Plt. Dirjen Otda pada rapat konsolidasi tim penyusun pengaturan UU No. 23 Tahun 2014 & UU No. 2 Tahun 2015, 5 Maret 2015

  • Plt. Dirjen Otda pada Kunjungan US Profesional Fellows Program Visit To Indonesia, 3 Maret 2015

Design by Za Studio

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Pemilihan Kepala Daerah

Pilkada

Pembagian Urusan

    

Pembagian Urusan
  1. Penerbitan SK Pemberhentian dan Pengangkatan KDH/WKDH

  2. Penerbitan SK Peresmian Pergantian PAW Anggota DPRD Provinsi

 

TIDAK DIPUNGUT BIAYA
    • Awasi Praktik Politik Uang di Pilkada Serentak

      2015-04-24 09:40:25

      Aturan Politik Dinasti Merupakan Langkah Progesif [JAKARTA] Menteri Dalam Negeri (Mendagri) optimistis praktik money politic atau politik uang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dapat diminimalisasi. Sebab, seluruh pihakterkait akan mengawasi pilkada agar berlangsung jujur dan adil. “Saya kira perangkat Bawaslu, perangkat KPU,...

      Read More

    • Asia-Afrika Masa Depan Dunia

      2015-04-23 07:40:49

      Asia-Afrika Masa Depan DuniaJAKARTA - Indonesia mengajak negara-negara di kawasan Asia-Afrika menatap masa depan dengan optimisme. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini, di tangan negara-negara inilah masa depan dunia berada. Pandangan demikian disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika di Jakarta, kemarin. Namun mantan Gubernur DKI...

      Read More

    • Pemerintah Siapkan 8 Penjabat Gubernur

      2015-04-23 07:20:17

      JAKARTA - Pemerintah segera mengangkat penjabat gubernur untuk delapan provinsi yang masa jabatannya akan habis. Para penjabat tersebut berasal dari eselon I di lingkungan kementerian. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya menjamin dalam pengangkatan penjabat gubernur tidak akan politis. Meskipun dirinya berasal dari...

      Read More

    • Memulihkan Bawang Samosir

      2015-04-22 10:30:27

      KESEJAHTERAAN DAERAH “Gok disi hasasang, nang eme, nang bawang, rarak do pinahan di dolok i” (Di sana, berlimpah kacang, padi, bawang, bahkan ternak juga berserak). Sepenggal bait lagu “Pulo Samosir” karya Nahum Situmorang ini menjadi bukti betapa Pulau Samosir pernah berlimpah bawang merah. Setelah hilang belasan tahun, kini komoditas itu...

      Read More

    • Polri dan BIN Petakan Daerah Rawan Konflik Pilkada

      2015-04-22 07:26:07

      PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) yang akan berlangsung serentak di 272 daerah pada 9 Desember mendatang diharapkan berlangsung aman, lancar, dan terkendali. Namun, harapan tersebut bakal tercederai oleh potensi konflik yang dipicu dualisme kepengurusan partai politik yang hingga kini masih melanda Golkar dan PPP. Menurut Menteri Dalam Negeri...

      Read More

    < 1 2 3 4 5 >
Error
  • There was a problem loading image konflik%20pilkada.jpg in mod_featcats

Rumah Tempe Indonesia

Pendirian rumah tempe pada tanggal 6 juni 2012 ini, menurut endang, dibantu mercy corps, satu lembaga swadaya masyarakat uni eropa. Setelah tempe berproduklsi, mercy corps mengajak peminat tempe dari banyak negara di eropa datang dan belajar membuat tempe lewat situs web https://sites.google.com/a/id.mercycorps.org/scope-indonesia, mercy corps memperkenalkan rumah tempe kepada dunia. Maka berdatanganlah orang-orang asal negara-negara timur tengah, Thailand, Malaysia, Singapura, dan China ke Indonesia.

Mereka belajar membuat tempe di rumah tempe. Berbekal keterampilan dari rumah tempe itulah sebagian dari mereka kini membuka restoran tempe di negara masing-masing.

Usaha mereka cepat maju karena harga kedelai di negara mereka stabil. Bahkan, karena aktivitas produksi tempe dan tahu di china berkembang, negeri ini tak lagi menjadi pengespor kedelai. “posisi china bahkan seperti halnya kita sekarang ini. Mereka juga mengimpor kedelai dari AS dengan jumlah lebih besar,”ujar endang saat ditemui di rumah tempe Indonesia, sabtu sore lalu.

Sebagai perajin, endang menduga tak terkendalinya harga kedelai impor karena adanya permainan kartel para importir kedelai di Indonesia.”mudah-mudahan tidak ada istilah tempe bangkok seperti halnya durian bangkok. Sama-sama asli Indonesia, tetapi bangkok punya nama,”sindir endang.

Menengah atas

Endang menjelaskan, rumah tempe indonesia didirikan dengan modal Rp. 500 juta. Diharapkan dalam waktu empat tahun mendatang modal itu sudah dapat kembali.”untuk pasar reguler, setiap hari kami menghabiskan satu kuintal kedelai, sedangkan untuk  pasar khusus, kami menghabiskan rata-rata 2,5 kuintal kedelai,”ucap endang.

Pasar reguler rumah tempe indonesia adalah pasar kelas menengah ke atas, sedangkan pasar khusus kedelai sampai sekarang baru melayani satu perusahaan farmais yang memproduksi bubur tempe.

Harga tempe dari rumah tempe Indonesia memang lebih mahal karena biaya produksi dan bahannya lebih mahal. Selisih harga untuk setiap ukuran rata-rata Rp. 3.000 per potong. Tempe ukuran 12 x 20 sentimeter seberat 450 gram dibandrol Rp. 7.000. tempe ukuran 18 x 20 seberat 300 gram dihargai Rp. 5.000.

“Ragi yang kami gunakan  ragi murni. Semua peralatan yang kami gunakan terbuat dari stainless steel dengan standar food grade dengan proses pengerjaan dijamin kebersihannya. Oleh karena itu, batas kaduluwarsa tempe produksi kami bisa sampai lima hari di kulkas,”tutur endang.

Bahan impor

Untuk pasar reguler, rumah tempe indonesia, seperti halnya para perajin tempe di tanah air, masih menggunakan kedelai  hasil rekayasa genetik dari amerika serikat.”kami hanya membeli kedelai nonrekayasa genetik untuk pasar khusus kami yang dibeli satu perusahaan farmasi untuk makanan bayi berupa bubur tempe,” ungkap endang.

Tempe memang sangat baik untuk melindungi pencernaan bayi. Proteinnya sudah terurai menjadi asam amino, kata endang, sehingga lebih mudah dicerna tubuh. Tempe memiliki kandungan vitamin B1, B2, B3, asam pantonenat, B6, biotin, asam folat, B12, dan vitamin A yang bermanfaat untuk tubuh. Selama proses fermentasi akan dihasilkan beberapa senyawa bioaktif sebagai zat antioksidan, antikanker.

Endang mengakui pasar reguler tempe dari rumah tempe indonesia masih sebatas pasar kelas menengah atas.”bukan karena harganya lebih mahal, melainkan karna penghargaan atas kualitas produk baru sebatas kelas menengah ke atas,” ucapnya.

Selain diedarkan di sejumlah perumahan elite di bogor, tempe produksi rumah tempe Indonesia dikonsumsi oleh kalangan vegetarian dan disajikan restoran-restoran kelas atas.

“kami juga menerima pesanan dari luar kota, tetapi tempe hanya kami antar sampai stasiun Bogor. Selanjutnya, pemesan yang mengambil di sana,”kata endang.

Sabtu sore itu, suyanto (38), kepala produksi tempe di rumah tempe Indonesia, masih bekerja membuat tempe bersama empat pria lainnya. Kedelai dicuci di dandang besar. Dari sana, kedelai dipindahkan ke dandang besar lainnya untuk direbus.

Setelah direbus, kedelai seberat 70 kilo gram itu dihamparkan dan diangin-angin dengan kipas angin. Setelah dingin, kedelai ditembang, diberi ragi, dan dimasukkan kedalam plastik, lalu diletakkan di rak-rak selama 4 hari, menunggu menjadi tempe.

Dengan bangga suyanto mengatakan,”sampai sekarang tempe dari rumah tempe indonesia adalah tempe terbaik di dunia.” Endang pun menyela, “Mudah-mudahan Indonesia tidak menjadi negara pengimpor tempe setelah menjadi pengimpor kedelai.”

Info Penting dan Pegawai

SPM dan NSPK

Visitors Counter

1.png2.png7.png2.png4.png7.png
Today576
Yesterday1254
This week6381
This month18888
Total127247

Who Is Online

11
Online

Saturday, 25 April 2015 14:20
Powered by CoalaWeb

Visualisasi Otda

"Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Pilihan Terbaik"

"Melaju Bersama Otonomi"

"Hari Otonomi Daerah Ke XVII"