DITJEN OTONOMI DAERAH

  • Mendagri Melantik Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, 21 Agustus 2015

  • Upacara Peringatan 17 Agustus 2015 di Lapangan Kantor Kementerian Dalam Negeri

  • Mendagri melantik Penjabat Gubernur Provinsi Sumatera Barat, 15 Agusuts 2015

  • Dirjen Otda pada Rapor Koordinasi Desk Pilkada, 14 Agustus 2015

  • Dirjen Otda pada acara Pembekalan, Serah Terima, dan Bimbingan Teknis Siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua dan Papua Barat Wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat, 9 dan 14 Agustus 2015

Design by Za Studio

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Program & Kegiatan Ditjen Otonomi Daerah Tahun 2010-2014

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Perbandingan Jumlah Daerah Otonom Sebelum Desentralisasi 1999 Dengan Sesudah Desentralisasi 1999

Pemilihan Kepala Daerah

Pilkada

Pembagian Urusan

    

Pembagian Urusan
  1. Penerbitan SK Pemberhentian dan Pengangkatan KDH/WKDH

  2. Penerbitan SK Peresmian Pergantian PAW Anggota DPRD Provinsi

 

TIDAK DIPUNGUT BIAYA
    • Publik dan Pilkada

      2015-08-31 07:56:00

      Publik dan PilkadaJEJAK PENDAPAT "KOMPAS" Pemilihan kepala daerah yang akan dilakukan secara serentak 9 Desember nanti akan menguji kemampuan daerah untuk menyerap esensi demokrasi. Sejauh ini, dengan berbagai kekurangannya, pilkada dinilai telah memberi harapan tumbuhnya iklim demokrasi yang sejuk di daerah.Dalam waktu tiga bulan ke depan, 250-an pemerintahan daerah...

      Read More

    • Kematangan Demokrasi Diuji

      2015-08-31 07:36:11

      Kematangan Demokrasi DiujiPelaksanaan Pilkada di 262 Daerah Tinggal 3,5 Bulan Lagi JAKARTA, KOMPAS — Kematangan demokrasi Indonesia diuji kembali dalam pemilihan kepala daerah secara serentak pada 9 Desember 2015. Kali ini adalah pesta demokrasi di 262 daerah yang pelaksanaannya tinggal 3,5 bulan lagi. Hal ini menjadi tantangan bagi demokrasi selanjutnya di tingkat...

      Read More

    • Potensi Konflik Pilkada Lebih Tinggi

      2015-08-28 08:03:40

      Potensi Konflik Pilkada Lebih Tinggi Mendagri Minta TNI-Polri Jaga Netralitas AMBON - Potensi konflik pada pilkada serentak ini lebih besar dibandingkan dengan pemilu legislatif dan pemilu presiden pada 2014.Untuk itu jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan, yakni TNI dan Polri, diimbau untuk menjaga netralitas demi terciptanya pilkada damai. Menteri Dalam Negeri (Mendagri)...

      Read More

    • Bawaslu Petakan Daerah Rawan

      2015-08-28 02:36:23

      PILKADA SERENTAK JAKARTA, KOMPAS- Badan Pengawas Pemilihan Umum akan memberikan perhatian lebih terhadap kabupaten/kota yang ditengarai rawan terjadi pelanggaran dalam pemilihan kepala daerah. Bawaslu telah meneliti semua kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pilkada bupati/wali kota dan gubernur pada 9 Desember 2015. Hal itu tercermin dari...

      Read More

    • Kesejahteraan, Senjata Ampuh Rawat Kedaulatan

      2015-08-26 08:19:17

      SAUMLAKI, KOMPAS- Masyarakat perbatasan sudah lama menantikan kesejahteraan dengan daerah lain di Indonesia. Diharapkan, Program Gerakan Pembangunan Terpadu yang sedang digalakkan pemerintah saat ini dapat merealisasikan penantian tersebut. "Ketika masyarakat perbatasan sejahtera, itu menjadi senjata paling ampuh merawat kedaulatan...

      Read More

    < 1 2 3 4 5 >

Rumah Tempe Indonesia

Pendirian rumah tempe pada tanggal 6 juni 2012 ini, menurut endang, dibantu mercy corps, satu lembaga swadaya masyarakat uni eropa. Setelah tempe berproduklsi, mercy corps mengajak peminat tempe dari banyak negara di eropa datang dan belajar membuat tempe lewat situs web https://sites.google.com/a/id.mercycorps.org/scope-indonesia, mercy corps memperkenalkan rumah tempe kepada dunia. Maka berdatanganlah orang-orang asal negara-negara timur tengah, Thailand, Malaysia, Singapura, dan China ke Indonesia.

Mereka belajar membuat tempe di rumah tempe. Berbekal keterampilan dari rumah tempe itulah sebagian dari mereka kini membuka restoran tempe di negara masing-masing.

Usaha mereka cepat maju karena harga kedelai di negara mereka stabil. Bahkan, karena aktivitas produksi tempe dan tahu di china berkembang, negeri ini tak lagi menjadi pengespor kedelai. “posisi china bahkan seperti halnya kita sekarang ini. Mereka juga mengimpor kedelai dari AS dengan jumlah lebih besar,”ujar endang saat ditemui di rumah tempe Indonesia, sabtu sore lalu.

Sebagai perajin, endang menduga tak terkendalinya harga kedelai impor karena adanya permainan kartel para importir kedelai di Indonesia.”mudah-mudahan tidak ada istilah tempe bangkok seperti halnya durian bangkok. Sama-sama asli Indonesia, tetapi bangkok punya nama,”sindir endang.

Menengah atas

Endang menjelaskan, rumah tempe indonesia didirikan dengan modal Rp. 500 juta. Diharapkan dalam waktu empat tahun mendatang modal itu sudah dapat kembali.”untuk pasar reguler, setiap hari kami menghabiskan satu kuintal kedelai, sedangkan untuk  pasar khusus, kami menghabiskan rata-rata 2,5 kuintal kedelai,”ucap endang.

Pasar reguler rumah tempe indonesia adalah pasar kelas menengah ke atas, sedangkan pasar khusus kedelai sampai sekarang baru melayani satu perusahaan farmais yang memproduksi bubur tempe.

Harga tempe dari rumah tempe Indonesia memang lebih mahal karena biaya produksi dan bahannya lebih mahal. Selisih harga untuk setiap ukuran rata-rata Rp. 3.000 per potong. Tempe ukuran 12 x 20 sentimeter seberat 450 gram dibandrol Rp. 7.000. tempe ukuran 18 x 20 seberat 300 gram dihargai Rp. 5.000.

“Ragi yang kami gunakan  ragi murni. Semua peralatan yang kami gunakan terbuat dari stainless steel dengan standar food grade dengan proses pengerjaan dijamin kebersihannya. Oleh karena itu, batas kaduluwarsa tempe produksi kami bisa sampai lima hari di kulkas,”tutur endang.

Bahan impor

Untuk pasar reguler, rumah tempe indonesia, seperti halnya para perajin tempe di tanah air, masih menggunakan kedelai  hasil rekayasa genetik dari amerika serikat.”kami hanya membeli kedelai nonrekayasa genetik untuk pasar khusus kami yang dibeli satu perusahaan farmasi untuk makanan bayi berupa bubur tempe,” ungkap endang.

Tempe memang sangat baik untuk melindungi pencernaan bayi. Proteinnya sudah terurai menjadi asam amino, kata endang, sehingga lebih mudah dicerna tubuh. Tempe memiliki kandungan vitamin B1, B2, B3, asam pantonenat, B6, biotin, asam folat, B12, dan vitamin A yang bermanfaat untuk tubuh. Selama proses fermentasi akan dihasilkan beberapa senyawa bioaktif sebagai zat antioksidan, antikanker.

Endang mengakui pasar reguler tempe dari rumah tempe indonesia masih sebatas pasar kelas menengah atas.”bukan karena harganya lebih mahal, melainkan karna penghargaan atas kualitas produk baru sebatas kelas menengah ke atas,” ucapnya.

Selain diedarkan di sejumlah perumahan elite di bogor, tempe produksi rumah tempe Indonesia dikonsumsi oleh kalangan vegetarian dan disajikan restoran-restoran kelas atas.

“kami juga menerima pesanan dari luar kota, tetapi tempe hanya kami antar sampai stasiun Bogor. Selanjutnya, pemesan yang mengambil di sana,”kata endang.

Sabtu sore itu, suyanto (38), kepala produksi tempe di rumah tempe Indonesia, masih bekerja membuat tempe bersama empat pria lainnya. Kedelai dicuci di dandang besar. Dari sana, kedelai dipindahkan ke dandang besar lainnya untuk direbus.

Setelah direbus, kedelai seberat 70 kilo gram itu dihamparkan dan diangin-angin dengan kipas angin. Setelah dingin, kedelai ditembang, diberi ragi, dan dimasukkan kedalam plastik, lalu diletakkan di rak-rak selama 4 hari, menunggu menjadi tempe.

Dengan bangga suyanto mengatakan,”sampai sekarang tempe dari rumah tempe indonesia adalah tempe terbaik di dunia.” Endang pun menyela, “Mudah-mudahan Indonesia tidak menjadi negara pengimpor tempe setelah menjadi pengimpor kedelai.”

Info Penting dan Pegawai